Gw Kangen Bermain Teater

Aah gw sangat kangen bermain teater. Gw mengenal dunia teater sejak duduk di bangku Aliyah (mungkin ada yang belum tahu, Aliyah itu setingkat dengan SMA) di Madrasah Aliyah Negeri 2 Bogor. Karena gw suka dan tertarik dengan dunia seni peran, akhirnya gw putuskan untuk ikut ekskul Teater I’tibar yang diasuh oleh Bunda Neno, guru kesenian sekolah.

Asyik dan seru ternyata mendalami dunia peran. Kita diajari olah vokal (bayangin dengan tempat pertunjukkan yang luas, kita berdialog tanpa pengeras suara. Olah vokal dapat membantu kita untuk berdialog dengan suara yang dapat di dengar oleh semua orang di dalam tempat pertunjukkan), olah tubuh, cara duduk bersila yang benar, ber-make up (anggota teater harus bisa merias wajahnya sesuai dengan perannya masing-masing. Tapi untuk urusan ini biasanya gw selalu dibantu rias oleh anggota teater cewek, heee), hingga akting.

Pertunjukkan pertama gw bermain dalam lakon yang berjudul … errr gw lupa soalnya itu hampir 7-8 tahun yang lalu. Yang jelas gw berperan sebagai hanoman (gkgkg muka ganteng tapi berperan sebagai monyet *sigh*) yang selalu digendong oleh majikannya (waktu itu diperankan oleh Kak Rama, kakak kelas gw dan anggota senior Teater I’tibar). Kemudian gw ikut lakon Siti Mukjizat dan Insan Sabit pada acara Kristal Muharam. Pada lakon kali ini gw berperan sebagai Dulfulus, tokoh jahat dari bangsa jin yang tamak akan harta (Oh God muka ganteng begini berperan antagonis? Jadi jin lagi .. Well okay ga apa2 emang nasib). Lalu lakon Sandiwara di Atas Sandiwara. Cerita ini yang paling gw suka. Menceritakan seorang ketua teater yang merasa bosan dengan dunia teater yang ia geluti dan membakar habis gedung teater yang menjadi tempat pertunjukkannya malam itu. Dipentaskan pada acara Pentas Malam (merupakan acara tahunan Teater I’tibar), di sini gw mendapatkan 3 posisi peran: pengantar jenazah, anggota teater, dan kakek-kakek tua (ya iyalah kalau kakek-kakek sudah pasti tua *adeuh*). Berturut-turut gw pernah bermain monolog berjudul Pidato Belzebuth, dan lakon-lakon lainnya tanpa dialog.

Pengalaman seru selama bermain teater adalah tampil saat buka puasa bareng bersama anak-anak kurang mampu di gedung Kemuning Gading, lalu Arisan Teater yang diadakan di SMA BBS pada saat menjelang pergantian tahun, pentas di Unpak, dll. Sungguh, pengalaman yang takkan pernah terlupakan.

Dan kini setelah 5 tahun sejak lulus Aliyah, rasa kangen untuk bermain teater lagi semakin mencuat ke permukaan hati (ceilee bahasanya ga kuat boo ..). Ingin merasakan lagi menghafal naskah, panasnya panggung (sumpah di panggung panas banget lho karena efek lampu-lampu panggung), dan tentunya melakukan pertunjukkan di atas panggung. Saat gw temu kangen dengan para alumni dan adik-adik anggota teater, rasanya ingin mengulang semua kejadian yang pernah gw alami selama menjadi anggota Teater I’tibar. Semoga masih ada kesempatan untuk bisa membuat pertunjukkan lagi bersama mereka🙂

 

-hQZou-

Bogor, 4 Januari 2013

22:37 WIB

Ini foto bersama para alumni dan adik-adik anggota Teater I'tibar

Ini foto bersama para alumni dan adik-adik anggota Teater I’tibar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s