Menggurat Kata (3)

“Aq menepi di kala hujan. Mendengarkan lagumu, lirikmu. Sungguh aq ingin mencipta pelangi. Di saat kau sesenggukan menahan luka di hati.” hqzou

 

“Duhai disebut apakah ini? Mengapa tak mampu ku menerjemahkan’a. Duhai mengapa tak kau simpan saja segala perkara. Agar aq tw ini adalah cinta.” hqzou

 

“‘Aq mencintaimu…’ Kau pun berbalik; mengarahkan pistol tepat ke jantungku. DARRR! *hening* Lalu kau menari bersama seribu bahasa.” hqzou

 

“‘Aq mencintaimu.’ Lelaki tsb tak berdaya mengatakan’a bahkan u/ menatap wajah’a. Duhai andai dy tw betapa cantik’a gadis tsb malam ini.” hqzou

 

“Pagi telah kutepati janjiku bertemu denganmu. Ajarkan aq utk mensyukuri keindahanmu & nafas yg msh kuhelat. Ajarkan aq mcari makna hidup ini.”

 

“Kepada hujan aq titipkan rindu ini. Semoga aliranmu bermuara kepadanya; menuju hatinya.” hqzou

 

“Aq memang tak pandai bertutur. Saat matamu beradu dg mataku, di saat itu ada kata tertahan; dingin terungkap.” hqzou

 

“Kini aku mengerti makna dari rindu ini; yang kautuangkan dan kautimbun di selasar jalan yang kau lalui.” hqzou

 

“Malam adalah tempat para perindu berkumpul untuk menari dan bernyanyi di dalam jiwa2 yg sepi. Dan aq sangat menikmatinya.” hqzou

 

“Bila malam ini takkan kembali. Aq ingin pagi adalah senyummu. Dan embun adalah pelukanmu. Duhai nama yg tak kunjung tiba.” hqzou

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s