Menggurat Kata (2)

“Apa ini disebut keadilan? Ah, sungguh aq tak mengerti. Mengapa timbangan’a kau permainkan?” hqzou

 

“Mengalahlah pada keadaan. Bukan menyerah. Karena qt tidak bisa hidup hanya berasumsi pada takdir saat ini.” hqzou

 

“Bisakah qt berdua berbicara dalam bahasa yg sederhana. Seperti dongeng ayah di kala malam. Lalu qt berpelukan layak’a hujan menghapus gersang.” hqzou

 

“Maaf, aku ingin mabuk malam ini; menikmati cintamu yang tak berbilang.” hqzou

 

“Sepucuk rindu yg kau kirimkan padaku. (Maaf) bermalam-malam aku melewati janji itu.” hqzou

 

“Oh pagi adakah dirimu bersama’a saat ini? Bangunkan ia dari lelap’a & jagalah ia selalu hingga malam menjemput mimpi2’a.” hqzou

 

“Izinkan aq terlelap, sekejap! Dan izinkan aq mengeja setiap jejak yg kau ukir dimimpiku; selamat malam.” hqzou

 

“Pagi memberiku ketenangan. Pagi memberiku kedamaian. Izinkan aq mendekapmu & mari qt menari bersama hingga Tuhan menjemput hadirmu kembali.” hqzou

 

“Bertahan dlm keterasingan, mendalami hakikat jiwa yg kuperankan. Menarik nafas perlahan, menatap tajam ke depan & berkata: AKU BISA!” hqzou

 

“Selamat tidur, malam, kamu, dan hujan yg menghantarkan mimpi indah kali ini.” hqzou

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s