Menggurat Kata (1)

“Sesekali rindu ini masih terus menghujam hingga ke akar warasku.” hqzou

 

“Aq tak menginginkan pertemuan ini selayak’a aq benci akan perpisahan yg terjadi. Menorehkan tinta kecemasan dan kegalauan. Menawan setiap senti kerinduan.” hqzou

 

“Memang siapa wanita cantik itu? Dia? Kamu? Atau sebongkah hati? Tolong, Anda jawab pertanyaanku ini!” hqzou

 

“Waktu memang tak bisa ditipu, ia akan trus berlari meninggalkan semua yg qt nikmati dan kini yg tersisa hanya kenangan dan–sampah.” by hqzou

 

“Kami merindukan hujan yg selalu curi2 pandang ke arah kami. Hujan yg selalu menghangatkan kebersamaan kami; meski luka tergoreskan.” hqzou

 

“Aq berbicara tentang hujan dan kau melukiskannya. Tepat di depan gubuk tua dan sebuah harapan yg tiada kunjung tiba.” hqzou

 

“Masih ingatkah air hujan yg selalu kau mainkan. Di setiap senja b’semayam di langit. Di saat kuukir 1 janji agar qt bertemu kembali.” hqzou

 

“Aq mengetuk pintumu wahai malam & izinkanlah aq masuk. Sekali lg aq ingin mendengarkan dongeng hebatmu; kemudian terlelap dipangkuanmu.” hqzou

 

“Dan sepi kembali sepi. Pulanglah nanti, kutunggu senja dibalik jeruji.” hqzou

 

“Aq sepi bukan berarti aq akan pergi. Membaca sajak2 indah dipelupuk matamu; tak kuasa aku menahan pilu.” hqzou

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s