AKU DAN (TANPA) SEPATU

Berbicara mengenai masalah sepatu fikiranku langsung tertuju kepada film yang sangat terkenal, Children of Heaven. Film asal Iran ini menceritakan tentang adik-kakak yang mesti berbagi sepatu jika ingin pergi ke sekolah dan bagaimana perjuangan sang kakak untuk mendapatkan sepatu baru dengan mengikuti lomba balap lari. Well, sejatinya aku tidak akan membahas film ini secara mendetail. Di sini aku ingin berbagi kisahku sendiri mengenai AKU DAN (TANPA) SEPATU.

Namaku Haqi Fadillah. Saat ini aku sedang menyelasaikan S1 di Universitas Pakuan Bogor. Aku adalah seorang penyandang disabilitas. Dengan segala keterbatasan, ada hal-hal yang tidak bisa aku lakukan sendiri layaknya orang normal salah satunya menggunakan sepatu sendiri.

Sejak SD aku memang menggunakan sepatu ketika sekolah. Jarak dari rumah ke sekolah yang tidak terlalu jauh membuat aku masih bisa menggunakan sepatu karena ada orang rumah yang membantu. Namun selepas SD hingga saat ini aku telah menyelesaikan D3 Akuntansi di IPB aku selalu menggunakan ‘sandal’. Ketidakpraktisan dan kesulitan aku menggunakan sepatu (dan tentunya kaus kaki) merupakan alasanku memakai sandal. Awalnya risih karena banyak dari guru, dosen dan teman yang menanyakan mengapa aku menggunakan sandal. Setelah diberi penjelasan mereka pun mafhum dengan kondisiku.

Masalah mengenai sepatu tidak berhenti di situ, setelah lulus D3 aku dihadapkan pada kenyataan bahwa jika ingin bekerja di kantoran mestilah terlihat rapi. Salah satu indikator kerapihan ialah dengan menggunakan sepatu. Saat sekolah dan kuliah masih bisa ditolerir, apakah perusahaan bisa menolerir aku? Dari situ aku mulai belajar memakai sepatu, memilih sepatu yang pas di kakiku. Pilihanku pada sepatu untuk anak SD *heee* yang tidak menggunakan tali. Aku bisa memakai sendiri sepatu itu meski di jalan perekat sepatu itu selalu lepas. Tapi aku merasa bukan seperti diriku sendiri. Aku khawatir jika diterima kerja dan pekerjaanku nantinya membutuhkan ruang gerak yang banyak apa aku masih bisa nyaman menggunakan sepatu (mengingat aku pun tak bisa menggunakan kaus kaki sendiri).

Sejujurnya dari dalam hati saat aku melamar kerja atau dalam kondisi apa pun bukan fisik yang dilihat, bukan dari apakah aku menggunakan sepatu atau tidak tapi dari skill dan keterampilan yang aku miliki. Semangatku untuk maju dan sukses. Karena aku yakin AKU BISA sama seperti orang lain!!!

NB: Hingga tulisan ini aku buat, aku belum mendapatkan kerja dan saat ini aku fokus untuk segera lulus S1🙂

-hQZou-

Bogor,   5 Mei 2012

18:50 WIB

8 comments on “AKU DAN (TANPA) SEPATU

  1. sy yakin km pasti pernah membaca buku yg berjudul 5 Cm. melihat kegemaran km yang sangat suka membaca buku, sy yakin km sudah membacanya, ya jika blm sy sarankan jangan smpai lupa untuk menaruh setiap kalimat2 luar biasanya di dlm kamus bijak km dengan cara membacanya.😀 mungkin kalimat ini terlihat basi, tp sy sangat menyukainya: sebaik2nya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. tidak perlu menggunakan sepatu untuk sukses, krna dengan cara km mencintai ilmumu pun ilmumu akan berbalik mencintaimu. dan cara ilmumu mencintaimu adalah (pasti) dengan membuatmu sukses karenanya. nah sekarang bagaimana caramu mencintai ilmumu ini bagian terumit, sy bilang rumit karena terkadang ilmu bisa membuatmu lupa akan tujuannya ada. yaaa seperti para koruptor yg memanfaatkan ilmunya untuk hal2 yg seperti itu, tp sy sangat yakin jika km sukses nnti km tdk akan seperti mereka🙂 lalu menurut saya cara terbaik mencintai ilmu kita adalah dengan cara membuatnya bermanfaat bagi orang lain. sangat sederhana. tp ilmu yang berkah lah yg nantinya akan membuatmu sukses. jd sy sangat yakin dengan kecerdasan km, keuletan n kerajinan km saat ini, km psti akan menjadi org yg sukses. percaya saja ALLAH selalu bersama kita, dan ALLAH pula lah yg Maha Tau atas segala rencana terbaik di dalam hidup kita. yakin dan percaya saja. jd menurut sy judul untuk artikel ini salah, seharusnya: dengan atau tanpamu (sepatu) saya yakin saya pasti akan sukses!😀

    TETAP SEMANGAT!!!
    tidak ada satupun orang sukses yang tercipta dari kemudahan, anggap saja tetesan keringat, kesukaran, dan kesakithatian adalah cicilan-cicilan kita untuk meraih sukses!😀
    dan percaya ALLAH tidak mungkin memberi kita “pe-er” jika tidak ada jawabannya🙂

  2. Kunjungan balik dan salam kenal ya😀
    Semangat, nggak ada manusia yang sempurna kok. Setiap manusia pasti punya kekurangan dan kelebihannya sendiri🙂

  3. kmren ak baru j nnton acra hitam putih dan kbtulan ad cwek cntik yg jg disabilitas,,,
    tp yg mmbuat ak kget dan sngat wow dy skg ud mmpnyai jbtan d slah satu kntor yg dia drikan dan brhsil lulus S II….
    saya ykin km bs lbih hbat dr org yg smpurna..
    kekurngan bkn suatu harga mati buat sseorg,,,
    ayo brjuaaaang🙂
    semangaaaaaaaaaaaat \^^/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s