Angkot dalam Sejuta Makna

Angkot Bogor (www.jimbarwana.com)

Mungkin bagi sebagian orang menggunakan jasa angkutan kota (angkot) adalah pilihan yang paling menyebalkan. Berbagai alasan mengemuka: karena ngetem-nya lama, malas desek-desekan, panas, debu, bau asap rokok, supirnya ada yang phsyco ngendarain angkotnya, dll. Kalau diberi pilihan antara menaiki kendaraan pribadi atau angkot, tentu 100% orang pasti memilih kendaraan pribadi. Faktor kenyamanan menjadi alasan utama mengapa orang-orang memilih kendaraan pribadi.

Tidak dengan gw! Gw lebih memilih naik angkot. Selain karena memang gw ga bisa nyetir motor atau mobil ;’( di angkot gw bisa menemukan banyak kesenangan, pun gw bisa banyak belajar mengenai kehidupan, antara lain:

  • Di angkot gw bisa ngecengin cewek-cewek cakep yang mana tidak bisa gw lakuin kalau naik kendaraan pribadi, heee ;p
  • Di angkot kita bisa saja bertemu dengan teman lama yang sudah lama sekali tidak bertemu. Jangan salah lho dengan bertemu teman lama mungkin di situ terdapat jalan rezeki yang diberikan oleh Alloh. Bisa saja karena kita nganggur tidak punya kerjaan, teman kita yang sudah sukses nawarin kerja bareng dengan dia. Atau kasus lain karena kita jomblo bertemu dengan teman lama kita yang juga jomblo eeh akhirnya malah berjodoh, heee ;p
  • Gw orangnya tidak pernah cepat dan kuat dalam menghafal—khususnya pelajaran. So gw mesti manfaatkan waktu seefektif mungkin untuk menghafal, salah satunya di angkot ketika gw berangkat sekolah/kuliah. Yapz angkot menjadi saksi sejarah gw saat berjuang mati-matian menghafal potongan-potongan surat dan terjemahannya dalam pelajaran Quran Hadits waktu zaman Aliyah (Fyi Aliyah itu setara dengan SMA) dulu. Pun pada saat harus menghafal materi mata kuliah Kewirausahaan, Hukum Bisnis, dan Dasar-dasar Manajemen yang bahannya seabrek-abrek.
  • Ada fakta unik saat gw naik angkot: kalau gw naik angkot 12 (Cimanggu-Ps. Anyar) dengan supir A (sumpah sampai saat ini gw tidak tahu namanya) pasti gw bebas ongkos alias gratis. Gw pernah nolak dan memberikan ongkos yang mesti gw bayar tapi tetap saja dia ngasih gratis ke gw. Apa karena wajah gw yang ganteng ini yaa?? Heee ;p
  • Fakta unik lainnya: sering kalau gw bertemu dengan orang yang lebih tua, yang lebih senior atau yang lebih mapan dari gw, pasti gw diongkosin. Jujur gw suka ngerasa ga enak. Kapan gw bisa ongkosin mereka?? Dari sini gw belajar bagaimana kita mesti mengasihi dan memberi kepada sesama. Insya Alloh nanti kalau sudah mapan (eeh jangan nanti deh dimulai dari sekarang saja) gw mesti melakukan hal yang sama. Tidak hanya di angkot tapi di tempat-tempat lainnya. Amiiin.
  • Di angkot gw bisa belajar bagaimana sifat dan perilaku seseorang. Supir yang selalu saja ngetem padahal penumpangnya sudah banyak *sigh*; ibu-ibu yang membuang air liurnya di dalam angkot *iyaaak*; ketemu cewe yang pakai baju dan celana pendek tapi merasa risih sendiri (mbok yaa jangan dipake to); terakhir orang yang merokok di dalam angkot adalah orang yang EGOIS;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s